JAKARTA | CHARIOS.ID — Pakistan mulai punya produk unik di dunia mobil listrik. Nora EV, pabrikan otomotif yang baru berdiri pada 2025, tengah menyiapkan Metro, sebuah MPV listrik mungil yang tampilannya sekilas mengingatkan pada Toyota Alphard dan Vellfire.
Namun, jangan bayangkan Metro memiliki tubuh sebesar MPV premium Toyota tersebut. Nora justru mengemas bahasa desain minivan mewah itu dalam bodi yang sangat kompak. Panjangnya hanya 3.900 mm, bahkan lebih pendek dari sejumlah hatchback subcompact yang beredar di Eropa.
Dari depan, kemiripan dengan Alphard dan Vellfire terlihat cukup jelas. Gril berukuran besar, aksen krom, serta saluran udara vertikal memberikan kesan seperti sebuah minivan premium yang diperkecil. Lampu utamanya memang dibuat lebih sederhana, menyesuaikan karakter kendaraan mungil.
Bagian belakang juga mempertahankan formula minivan. Metro menggunakan pintu bagasi vertikal, spoiler di atap, serta lampu belakang berbentuk segitiga. Bedanya, akses ke baris kedua masih menggunakan pintu konvensional, bukan pintu geser elektrik seperti yang menjadi ciri khas Alphard dan Vellfire.
Proporsi Metro semakin terlihat mungil ketika menggunakan pelek alloy berukuran 14 inci. Ukuran tersebut lazim ditemukan pada kendaraan kecil, termasuk mobil mungil yang beredar di Jepang.
Di dalam kabin, Nora mencoba menghadirkan suasana yang lebih mewah daripada ukuran bodinya. Metro memiliki konfigurasi lima penumpang, dengan dasbor yang sekilas mengingatkan pada konsep Mercedes-Benz Hyperscreen.
Namun, jangan berharap menemukan layar raksasa seperti pada mobil Mercedes. Bagian tersebut sebenarnya merupakan panel plastik berukuran besar dengan sebuah layar hiburan sederhana di bagian tengah.
Meski begitu, perlengkapannya cukup untuk kebutuhan harian. Metro dibekali Bluetooth, port USB, tombol start/stop, AC, power window, hingga kamera mundur.
Motor 4 kW, Jarak Tempuh hingga 300 Km
Di balik tubuh mungilnya, Metro menggunakan platform yang berasal dari China. Nora mengklaim platform tersebut telah direkayasa ulang agar lebih sesuai dengan kondisi jalan di Asia Selatan sekaligus memberikan posisi berkendara dan kenyamanan yang lebih baik, termasuk bagi penumpang bertubuh tinggi.
Sumber tenaganya berasal dari satu motor listrik yang ditempatkan di roda belakang. Motor tersebut menghasilkan tenaga 4.000 Watt atau 4 kW, setara sekitar 5 tenaga kuda.
Untuk baterai, Nora menyediakan tiga pilihan berjenis lithium iron phosphate (LFP), masing-masing berkapasitas 9 kWh, 15 kWh, dan 23,1 kWh. Varian dengan baterai terbesar diklaim mampu menempuh jarak sekitar 250-300 km dalam sekali pengisian.
Menariknya, Nora tidak hanya mengandalkan teknologi pengisian baterai. Perusahaan tersebut berencana membangun jaringan battery swapping di Pakistan. Dengan sistem ini, pengguna dapat mengganti baterai yang sudah habis tanpa harus menunggu proses pengisian.
Ada Opsi Range Extender
Bagi konsumen yang masih khawatir kehabisan daya di perjalanan, Metro juga akan tersedia dengan teknologi range extender.
Sistem tersebut menggunakan tangki bensin berkapasitas hanya 3 liter yang terhubung ke generator kecil. Mesin tersebut tidak secara langsung menggerakkan roda, melainkan menghasilkan listrik untuk menambah daya kendaraan.
Nora mengklaim teknologi ini dapat memberikan tambahan jarak tempuh sekitar 150-180 km. Dengan konsep tersebut, Metro mencoba menawarkan fleksibilitas lebih bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan listrik untuk perjalanan di luar penggunaan perkotaan.
Nora EV didirikan oleh Nousheen Azhar dan Ali Raza pada 2025. Meski menggunakan sejumlah teknologi dan platform dari China, perusahaan ini mengklaim tidak sekadar merakit kendaraan menggunakan komponen impor dalam bentuk knockdown kit.
Nora membangun fasilitas manufaktur lokal untuk memproduksi sejumlah komponen, termasuk panel bodi melalui proses stamping hingga perakitan lampu. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun basis produksi kendaraan listrik di Pakistan.
Metro bukan satu-satunya proyek Nora EV. Perusahaan juga memiliki Nora E30, SUV listrik mungil yang mengambil inspirasi desain Range Rover generasi sebelumnya, serta Nora Neo, hatchback untuk penggunaan perkotaan.
Saat ini, E30 menjadi satu-satunya model Nora yang sudah dipasarkan. Harganya mulai 1.889.000 Rupee Pakistan atau sekitar 6.800 dolar AS, belum termasuk pajak pertambahan nilai.
Sementara itu, Metro dijanjikan segera masuk pasar Pakistan dengan harga awal di bawah 3.000.000 Rupee Pakistan, atau sekitar 10.800 dolar AS.
Dengan desain ala Alphard, ukuran yang jauh lebih mungil, tenaga hanya 4 kW, serta pilihan baterai hingga 23,1 kWh, Nora Metro memang bukan mobil yang dirancang untuk adu performa. Ia lebih menarik sebagai gambaran bagaimana konsep MPV premium bisa diterjemahkan menjadi mobil listrik mungil dan terjangkau untuk pasar berkembang.


