CALIFORNIA | CHARIOS.ID — Google memperluas kemampuan Google Docs dan Google Drive dengan menghadirkan dukungan Markdown (.md) secara native. Pengguna kini dapat membuka, mengedit, dan berkolaborasi pada file Markdown tanpa harus mengubahnya terlebih dahulu ke format dokumen lain.
Pembaruan ini menjadi langkah lanjutan Google dalam mengembangkan dukungan Markdown yang telah dibangun selama beberapa tahun. Sebelumnya, Google Docs lebih banyak mengandalkan proses konversi agar file Markdown dapat digunakan. Kini, file tersebut dapat tetap berada dalam format aslinya saat dikerjakan melalui ekosistem Google Docs dan Drive.
Di Google Docs, pengguna dapat melakukan penyuntingan secara real-time sekaligus memberikan komentar seperti pada dokumen biasa. Format Markdown juga ditampilkan secara visual sehingga pengguna tidak perlu berhadapan langsung dengan sintaks mentah. Sementara itu, Google Drive kini dapat menampilkan Markdown dalam bentuk yang sudah terformat, termasuk tautan yang bisa diklik dan tabel terstruktur.
Google menyebut dukungan tersebut juga dirancang untuk menjawab meningkatnya penggunaan Markdown dalam ekosistem kecerdasan buatan (AI). File Markdown dinilai semakin banyak digunakan sebagai format pertukaran informasi antara manusia dan agen AI. Dukungan native ini memungkinkan pengguna maupun agen AI bekerja pada dokumen yang sama tanpa harus melakukan konversi file secara manual.
Fitur tersebut juga membuka kemungkinan integrasi yang lebih luas dengan layanan AI Google, termasuk kolaborasi agen AI pada dokumen dan sinkronisasi dengan Gemini Notebook. Chandu Thota dari Google menyebut Markdown kini telah berkembang menjadi semacam bahasa bersama antara manusia dan agen AI.
Dukungan Markdown mulai digulirkan Google pada 5 Oktober 2026. Fitur ini diaktifkan secara default, termasuk pada akun yang dikelola administrator, tetapi proses distribusinya dilakukan secara bertahap dan dapat memerlukan waktu hingga 15 hari sebelum tersedia bagi seluruh pengguna.
Sumber: 9to5Google


