SUBANG, charios.id – Makam Tengger Agung Subang di Desa Sagalaherang Kidul, Kecamatan Sagalaherang, menyimpan jejak keluarga pengelola perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden (P&T Land). Bangunan itu kini sebagian tertutup semak.
Bangunan makam tersebut berada di belakang makam masyarakat Kampung Tengger Agung. Bentuknya menyerupai altar atau bangunan monumental dengan tinggi sekitar lima meter. Bangunan itu tersusun dari batu yang kokoh.
Makam Keluarga Pengelola P&T Land
Berdasarkan informasi yang terdokumentasikan, bangunan itu berkaitan dengan Maria Elisabeth van Lawick van Bast dan Francis Theodorus Hofland. Keduanya memiliki hubungan keluarga dengan Johanes Theodorus Hofland, putra kedua PW Hofland.
PW Hofland disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kepemilikan dan pengelolaan P&T Land. Karena bentuknya monumental, bangunan tersebut dinilai lebih tepat dipahami sebagai mausoleum. Mausoleum adalah bangunan makam khusus dengan arsitektur yang relatif megah dibandingkan makam biasa.
Kawasan tersebut dahulu merupakan area pemakaman yang berkaitan dengan perusahaan P&T Land. Dalam istilah Belanda, area itu dikenal sebagai kerkhof. Di sekitar bangunan utama masih terdapat sejumlah batu nisan lain yang sebagian tertutup semak belukar.
Keberadaan kompleks makam itu berkaitan dengan sejarah penguasaan tanah di Subang pada masa kolonial. Pada awal abad ke-19, pemerintahan beralih dari Hindia Belanda ke Inggris. Pada periode itu, sejumlah tanah di Priangan dan sekitarnya berada dalam penguasaan pihak swasta Eropa.
Tanah-tanah tersebut kemudian berkembang menjadi kawasan perkebunan. P&T Land menjadi salah satu perusahaan yang berpengaruh besar terhadap ekonomi dan tata ruang Subang. Perusahaan itu mengembangkan perkebunan dan pengelolaan tanah di wilayah yang luas.
Menurut tulisan tersebut, keberadaan P&T Land turut membentuk struktur sosial, ekonomi, dan ruang wilayah Subang pada masa kolonial. Kompleks makam Tengger Agung disebut menyimpan informasi tentang hubungan perkebunan kolonial, kepemilikan tanah, dan perkembangan wilayah Subang.
Patung Dilaporkan Hilang
Dahulu, di atas bangunan makam terdapat dua patung yang menggambarkan seorang perempuan dan seorang anak. Menurut keterangan yang berkembang di masyarakat, patung itu diduga berkaitan dengan Maria Elisabeth dan anaknya. Namun, kedua patung tersebut kini tidak lagi berada di lokasi. Patung itu dilaporkan hilang pada akhir dekade 1990-an.
